membuat spot welding untuk baterai 18650

Minggu ini saya berencana untuk memodifikasi sebuah kendaraan listrik di tempat saya bekerja. Modifikasi yang dilakukan adalah mengganti baterai dry cell tipe deep drain yang biasa dipakai pada sepeda motor listrik di tempat saya bekerja dengan baterai lithium ion 18650.



Permasalahan yang muncul adalah baterai lithium ion tidak dirancang untuk dapat disolder. setelah beberapa kali percobaan membuat baterai pack dengan cara menyolder secara manual, saya sangat tidak senang dengan hasilnya. sangat tidak keren.

baterai lithium ion yang saat ini kita persiapkan memiliki spesifikasi tegangan 3.7V namun memiliki kapasitas yang berbeda. mengenai cara penataan battery pack akan saya bahas pada posting saya selanjutnya.

Apapun yang terjadi baterai harus dirangkai dengan susunan seri dan parallel sehingga tercapai tegangan 48V dan kapasitas 100Ah. Salah satu cara menyambungkan beberapa baterai tersebut adalah dengan spot welding. Spot welding adalah salah satu cara menyambungkan baterai dengan mengelas kutub kutub baterai dengan lempeng logam yang biasa disebut battery tabbing.

Spot welding tidak memerlukan tegangan yang besar. menurut literature yang saya baca, tegangan yang diperlukan untuk spot welding material sheet metal 0.8mm adalah 5v tapi arusnya 240Ampere. dikarenakan plat yang akan saya solder adalah plat untuk baterai yang ketebalanya cuma 0.2mm maka saya pakai tegangan 2.5v saja dengan arus 240Ampere.

Di tempat kami tidak memiliki alat untuk spot welding. Saya lihat lihat di tokopedia kalo mau beli alat inipun harganya muahal. ada sih alat yang itu tuhh pakai relay dijual 120 ribuan terus disambung aki, tapi kita tidak suka.


sebenernya masalah akan menjadi mudah jika ada trafo toroid tapi yang coreless. Dan beruntunglah kami karena di tempat kami ada barang tersebut. Namun demikian ada satu masalah lagi… trafo tersebut sudah terpasang di mobil listrik kami. Ya... mobil listrik… tapi akan saya bahas di post saya selanjutnya.



Akhirnya saya mengontak manager project mobil listrik yang juga sahabat saya. Paman manager mau meminjamkan trafo toroid yang terbenam didalam mobil listrik kami namun perlu upaya yang akah berat untuk melepas benda ini.

Toroid sudah sampai di tangan. Trafo ini memiliki kumparan primer yang terhubung pada tegangan 220v dan kumparan sekunder menghasilkan 60V. Saya tidak pakai yang 60V melainkan membuat kumparan sekunder kedua yang hanya satu lilit saja dengan kabel berdiameter 25 mm (NYMHY 2.5x4). sebenarnya sih ini 4 kabel yang dijadikan satu.











saya memilih kabel ini karena kontaktor yang kami punya memiliki Imax 40A per contact. jadi saya pakai 4 kontak parallel. meskipun bias tapi ini sangat tidak disarankan. pengukuran menunjukkan tegangan keluaran trafo sebesar 2.5V-3.5V. Jika tegangan lebih tinggi dari ini akan sering muncul percikan bunga api seperti kalua pakai aki. Gak keren.






Setelah beberapa kali melakukan eksperimen akhirnya berhasil pula membuat battery pack 48V. 




DIY SOLAR LAMP

Thiss week im working for a project with solar panel. Small project but very useful to aply in small village that have no elecricity. My project is called solar powered LED inside litter of light. Since low production cost to build this product, people in urban village can build this by their self.

The main idea is atach solar panel above the bottle that we use to diffuse light from the sun into dark room. In day the sun light pass the bottle filled by water and then diffuse it to all side of room. In the night there are no light from sun, so the led inside bottle will lit and it works as lamp.

I use a solar panel to harvesting energy from sun. During sun light solar panel arbsorb the foton energy and then convert it into electric current thar flow and recharge the battry. In the night, battry charge the superbright LED to emmit light.



Start from design, we need to atach solar panel above the bottle. Reinforcement is needed to handle solarpanel and hold this into sun position. Luckyly i live in country wich sun shine every day. In normal day my solar panel can charge the battry untill full.



To perform the switching, we use a PNP transistor that is controlled by the voltage output from the solar panel. When it’s sunny, the output of the panel is high, which turns off the transistor, but when it gets dark, the transistor lets current flow to our yellow LED. This circuit works very well and is a joy to use– it would make a good upgrade to the dark detecting pumpkin to make it go solar with this circuit.

Solar panel shell made from sheet metal. It bend at four side to protect solar phanel. There is a PVC pipe that modified so fit to botle head. This PVC holder perform as solar panel stand and also battry and circuit container.

This product can give light 4-7 hour for a daya charging.

Tutorial membuat sound booster dengan kipas CPU bekas

Sound booster merupakan alat yang biasa digunakan oleh para penggemar otomotif untuk menghasilkan suara knalpot yang mirip dengan motorsport. Pada umumnya Sound booster memanfaatkan sinyal AC dari alternator/sepul untuk dikonversi menjadi gelombang suara. Karena bentuk gelombang dan frekuensi yang dikeluarkan oleh alternator terlalu tinggi, tak jarang suara yang dihasilkan lebih mirip sirene pemadam kebakaran daripada motorsport.

Berikut ini tutorial cara membuat sound booster menggunakan kipas CPU bekas. Sebelumnya mohon maaf kepada para penjual sound booster jika setelah dibuatnya tutorial ini penjualan anda menurun, bukan maksud mematikan pasar anda tapi yang namanya ilmu harus dibagikan supaya bertambah dan bermanfaat bagi semua.

Untuk lebih jelasnya silahkan langsukng cek videonya saja. 







keuntungan menggunakan sound booster jenis ini dibanding jenis yang sudah ada:

1. Tidak ada sambungan ke mesin sama sekali jadi pasti aman
2. Suara lebih realistis ,cek langsung diakhir video
3. Bisa dibuat sendiri dengan peralatan yang ada dirumah
4. Murah
5. sebenernya banyak lagi keuntunganya tapi bisa agan cari sendiri.



Sound booster ini tidak dijual!
Silahkan gunakan kreativitas anda untuk membuatnya. Semoga informasi ini bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar. 

Coba-Coba : Membuat simulasi suara rem angin bus

Suatu ketika saya berhenti di sebuah toko elektronika di kota saya. Saya memang ingin membeli komponen di toko tersebut. Waktu saya sedang memarkir motor saya di emperan toko tersebut, melintaslah sebuah bus besar yang gagah. Bus tersebut merupakan bus pariwisata yang memang sering berlalu lalang di kota saya. Bus tersebut kemudian berhenti di depan toko elektronik yang saya kunjungi. Namun bus berhenti bukan karena ingin beli komponen seperti yang saya lakukan. Bus berhenti karena memang jalanan macet dan perlu menunggu sampai kendaraan yang berada didepanya berjalan.

Sumber : www.infobusjogja.com
cessss....,  cesss...., terdengar suara rem bus hitam nan besar itu. Wah kerenya.... dalam hati saya berkata. sambil memasuki toko elektro dan membiarkan bus berlalu kemudian saya berfikir, sepertinya saya bisa deh membuat efek suara seperti bus tadi. Tanpa saya sadari ternyata petugas toko sudah dihadapan saya sembari menanyakan komponen apa yang saya ingin beli. Selembar kertas berisi catatan komponen saya sodorkan ke petugas toko.

Sambil menunggu komponen saya komplit saya lalu otak saya mulai berimajinasi membayangkan apa saja yang diperlukan untuk menghasilkan suara yang mirip suara rem angin dari bus tersebut. Perlu sebuah osilator, tapi osilator yang bagaimana? bukankah bunyi rem angin lebih mirip nois dibanding sinyal dari osilator. Waw menantang juga nih...

sepulang dari toko langsung deh saya download aplikasi di smartphone saya (lupa namanya) lalu dari aplikasi itu saya bisa membuat beraneka macam gelombang. Akan tetapi tidak satupun bentuk gelombang yang menghasilkan suara yang mirip rem angin. Ya sudahlah kalo memang gak bisa dibuat tidur dulu aja...

Esok harinya saya sampai di lab saya (karena saya memang sehari hari bekerja pada sebuah lab elektronika milik instansi tertentu) langsung colok sana sini , nyalakan oscilloscope, function generator, ambil op-amp dan gelombang lain. Mulai dengan gelombang kotak dari function generator, lalu dimasukan ke penguat derivatif dan integral dengan tanpa perhitungan dulu (ambisi pribadi masalahnya bukan tugas kantor) lalu puter potensio, tampilah gelombang gigi gergaji di monitor. Hmmm may be.... langsung deh speaker aktip gainclone rakitan sendiri yang setiap harinya saya pakai untuk mendengarkan lagu classic biar mudah konsentrasi saya ambil. output rangkaian dihubungkan ke speaker. Jrrrrrrrrrrr .... suaranya malah kayak efek gitar rusak. di rangkaian ada tiga potensiometer. satu untui level, satu buat integral, satu buat derivative. oke lah diputer-puter dulu potensionya barangkali ketemu suara yang pas. Setengah jam berlalu gak menemukan hasil yang pas, oke lah stop dulu. kerjaan kantor menunggu, harus seimbang antara kerja dan hobi.

Habis istirahat ada waktu sekitar 30 menit untuk uji coba rangkaian saya lagi. biasanya kantor saya menyediakan waktu istirahat 1 jam. tapi habis makan saya langsung balik lagi ke kantor.tangan sudah gatal pengen segera membuat efek rem angin. langsung deh saya nyalakan power supply dan speaker aktif. dan sssssssssssssss...... ada suara mendesis halus dari speaker saya, But, Wait a minute.... input rangkaian tidak lagi terpasang pada function Generator. Oh.. function generator bahkan tidak ada dimeja saya... bukan, bukan dicuri orang, tapi dibawa teman saya ke lab lain.

Hmmm that is a clue... langsung saya nyalakan ossiloscope lalu cek output sinyal dari rangkaian. hmmm hanya 1mv. kecil sekali susah mengamatinya, terus biar jadi gede gimana donk? dikuatkan? gak usah... yang ke speaker aktip dilepas aja. Ya speaker aktip punya impedansi input, ini bisa menyerap arus. Hasil dari penampil osilloscope adalah sinyal yang sebenarnya sudah familiar. Yah hanya sinyal noise saja.

Ok rangkaian sudah jadi dengan metode perancangan ra ceto, alias gak jelas. tinggal dikuatkan aja. masih ingat kalo dilaci masih punya IC LM 386. woke langsung ambil dan buat penguat dengan amplifikasi 200 kali. seiring dengan suara bel selesai istirahat saat itu pula rangkaian saya coba, dan cessssssss..... rangkaian berfungsi...




Meskipun over all rangkaian sudah berfungsi, masih kedengeran agak aneh ditelinga, hanya mirip rem angin, tapi belum sama persis. masalahnya sebenernya simple, speaker aktip saya terdiri dari woofer, dan tweeter. ok coba pulang kantor nantu beli tweeter ahhh.

setelah beberapa jam berpetualang mencari tweeter yang cocok akhirnya pilihan jatuh kepada tweeter mobil kecil merek digital. selain suaranya halus, ukuranya juga kecil. esok  harinya seperti biasa sebelum mengerjakan pekerjaan kantor saya coba dulu rangkaian cesss saya yang telah dilengkapi penguat lm 386. pasang tweeter dan berbunyi. Kali ini mirip sekali dengan suara rem angin pada bus yang sebelumnya saya temui. akhirnya rasa penasaran saya terjawab meski sedikit kebetulan, anggap saja keberuntungan menghampiri saya.



Hidup akan membosankan jika tidak menghasilkan karya. Begitulah saya menikmati hidup dengan menghasilkan karya-karya yang menarik meski hanya untuk diri saya pribadi. salam sukses dan tetap lakukan hobi anda.

hidup tanpa hobi ki yo ngopo terusan........
loading...

Membuat ukiran dengan mach3 dari gambar JPG/BMP





Mesin CNC yang beroperasi di bawah perintah software mach3 akan mampu mengkonversi gambar hitam putih menjadi G-code yang selanjutnya dapat digunakan untuk membuat ukiran pada media tertentu dengan bentuk yang sesuai dengan bentukan gambar yang dimasukan.
 Perbedaan gelap dan terang dari gambar yang dimasukan akan mempengaruhi kedalaman dari pemotongan benda kerja. untuk dapat mengkonversi gambar B&W menjadi program CNC maka kita harus memahami metode-metode pemotongan berikut.

  • metode raster 
Raster adalah metode pemunculan citra dengan cara menggeser suatu titik ke kiri dan ke kanan. pada mesin CNC setiap pergeseran pada sumbu x , sumbu z akan menyesuaikan kedalaman pemakanan dengan gelap terang gambar yang diinput.

pergerakan spindle pada metode Raster
 Pada gambar diatas dapat dilihat pola pergerakan cutter yang disebut raster. selain bergerak mengikuti pola tersebut (bergerak terhadap sumbu X dan Y) cutter juga akan bergerak terhadap sumbu Z yang mana kedalamanya sesuai dengan intensitas gelap terang gambar yang dimasukan.


  • Import gambar ke mach3.
Berikut ini adalah langkah-langkah mengimport gambar ke software mach3.
  1. siapkan gambar dengan kontras gelap dan terang yang cukup tinggi. akan lebih baik jika sebelum diproses di mach3 gambar tersebut di edit dahulu menggunakan adobe photoshop atau corel agar kualitas kontras gambar bagus. 
    gambar sebaiknya diperbaiki kontrasnya
  2. Setelah gambar memiliki kontras yang cukup baik, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan software mach3. Buka software mach3. di bagian kanan atas klik File, pilih Import HPGL/JPG/BMP.    
    Buka File, pilih Import HPGL/JPG/BMP.
  3. Setelah itu akan muncul dialog box seperti berikut.                                                                       
  4.  Pilih JPG/BMP lalu akan muncul dialog box seperti berikut      
  5. Pilih load image, lalu ambil gambar yang tadi sudah anda siapkan. setelah itu akan muncul dialog box "Cut Image size". isi sesuai dengan panjang dan lebar ukiran yang akan anda buat. setelah itu pilih metode Raster X/Y. Akan muncul dialog box yang menanyakan X step over dan Y step over. X step over adalah bergeseran terkecil pada sumbu X yang memungkinkan perubahan kedalaman pada sumbu Z. sedangkan Y step over adalah jarak perpindahan baris. Xstep over dan Y step over dapat diisi dengan metode coba-coba dahulu. Saran saya lebih bail X step over lebih kecil daripada Y step over semisal X step overnya 0.1mm, yang Y step overnya 0.5mm.
  6. Pada bagian Depth diisi dengan kedalaman maksimum (bagian paling gelap dari gambar). Safe Z diisi dengan jarak aman ketika cutter tidak melakukan pemotongan. Invert ( White is down) artinya jika kita cek kotak tersebut maka bagian yang dipotong justru bagian yang putih, dan bagian yang timbul adalah yang hitam.
  7. setelah itu klik Convert, lalu simpan file convert anda. setelah itu mach3 akan menggenerate toolpath.                                                                                                                                 
     Pada software mach3 akan muncul kode dalam G-code dan M-code, dan toolpath (tampilan 3D mach3) seperti pada bagian yang saya tandai dengan kotak berwarna merah diatas.                           
  8. Buka program pada notepad dengan cara mengklik Edit G-Code.
  9. Pada bagian paling atas, terdapat kode M3 yang merupakan instruksi untuk memutar spindle. Instruksi tersebut belum lengkap karena untuk memutar spindle harus ada informasi kecepatanya juga. selain itu informasi untuk feeding juga harus ada. Sebagai contoh saya mengisi S 2000 dan F250.
    Tapi jika anda menggunakan spindle yang pengaturan kecepatanya dari luar software mach3, cukup hanya menyeting feedingnya saja.Simpan kembali file anda.

  •  Persiapan benda kerja dan pengerjaan.
  1. Siapkan benda kerja yang sudah di facing (bagian atasnya rata)
  2. Pasang pada meja mesin, pastikan terpasang dengan rata.
  3. masuk ke menu MDI, lalu ketik perintah M3 S1000. Spindle akan berputar, lalu dengan menggunakan tombol jog, arahkan cutter ke titik nol benda kerja. sentuhkan ujung cutter pada titik nol benda kerja, lalu klik zero X,zero Y, Zero Z.
  4. masuk ke menu program run. Ambil file G-code yang tadi di convert dengan load G-code. pada feed rate turunkan kecepatan feeding agar aman, lalu klik cycle start. naikan kembali feed rate secara bertahap sambil mengamati pergerakan cutter. siap-siap menekan emergency switch jika gerakan salah.
  5. berikut video langkah-langkahnya:
 
                                                                 

Retrofit Mesin CNC EDU mill ver 2.0


Mesin Edumill ATMI
mesin CNC edumill merupakan mesin CNC buatan PT. ATMI Solo. Mesin tersebut merupakan mesin yang dirancang dan dibangun oleh anak anak bangsa ini. Menggunakan kontroler siemens 802 C buatan Jerman dan servo sistem yaskawa yang merupakan pelopor otomasi di jepang membuat mesin ini memiliki keandalan yang cukup baik meski harganya sedikit mahal.
Yaskawa-yaskawa-yaskawa-SEW movidrive


kebetulan di kantor tempat saya bekerja ada satu buah mesin CNC Edumill untuk media ajar mahasiswa. mesin ini mengalami masalah dikarenakan kontrolernya dilepas dan dijadikan training kit untuk latuhan praktek mahasiswa. akhirnya saya dan teman saya berinisiatif untuk meretrofit mesin tersebut menggunakan PC based CNC. dengan menggunakan PC based CNC maka saya dapat menghidupkan mesin ini tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. hal ini dikarenakan saya menggunakan PC kantor saya yang saya modifikasi sebagai kontrol CNC. lalu segala komponenelektronik dan mekanik yang diperlukan saya ambil dari gudang ( kanibal mesin Lain).
Spindle (cantik ya)

  • Pembuatan Breakout Board.
Breakout board merupakan perangkat antarmuka antara mesin dengan komputer. Breakout board berperan memisah hubungan kelistrikan antara komputer dengan mesin namun tidak memutuskan komunikasi datanya. hal ini dibutuhkan agar jika suatu ketika mesin mengalami kerusakan yang berpotensi mengganggu kerja komputer  maka gangguan akan berhenti pada breakout board ini dan PC pun tidak mendapatkan gangguan yang mungkin dapat berakibat fatal.

untuk retrofit mesin Edumill ini saya merancang sendiri Breakout boardnya. Adapun yang dibutuhkan mesin adalah breakout board yang memiliki input sebanyak 5 dan output sebanyak 8 untuk motor aksis dan spindle. selain itu Breakout board yang saya buat dilengkapi dengan PWM yang berfungsi mengeluarkan tegangan DC analog, meskipun masukanya berupa sinyal PWM dari PC based CNC. langkah pertama pembuatan breakout board adalah membuat PCB. Saya menggunakan CNC PCB router untuk membuat jalur PCBnya. berikut ini gambar PCB yang saya buat.

PCB Untuk breakout board
Setelah PCB selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat Box untuk Breakout board. lagi lagi harus melakukan machining dengan mesin CNC. Kali ini untuk membuat lubang tempat konektor DB 25. Machining dilakukan di mesin CNC M70 .
PCB dan BOX sebelum soldering
 PCB dan box telah sesuai ukuranya, sekarang saatnya memasang komponen yang belum terpasang.
komponen terpasang


pengkabelan
Breakout board jadi
 setelah jadi, Breakout board lalu dipasang pada mesin. kemudian dilakukan pengujian pada bagian PWM nya. pengujian dilakukan dengan menggunakan osiloskop agar sinyal PWM dapat diamati.
pengujian PWM keluaran BOB
 dan berikut ini keluaran PWM sebelum masuk ke filter.


PWM ketika spindle diberi perintah 1000 RPM (S1000)

PWM ketika spindle diberi perintah 500 RPM (S500)
nah rangkaian PWM sudah berhasil mengeluarkan sinyal yang sesuai. langkah berikutnya adalah mengintegrasi sinyal PWM agar didapatkan tegangan DC konstan. Integrasi yang baik akan menghasilkan tegangan DC tanpa ripple. Tapi integrasi yang buruk akan menghasilkan riple seperti dibawah ini.
Filter PWM Yang kurang baik

  •  melepas ATC (Automatic tool clamp)
mesin Edumill sudah dilengkapi dengan ATC, Namun dalam retrofit ini, ATC akan dilepas karena tidak difungsikan. ATC diepas Agar dapat disimpan di tempat yang lebih baik dan tidak mengganggu kerja mesin.berikut foto ATC yang dilepas. Setelah dilepas, katena berat maka saya taruh dulu diatas meja mesin aciera F5.
ATC dilepas. (mesin yg dibelakang cuma untuk meletakan)

pandangan samping

geneva cam
 sebenarnya proses retrofit mesin ini masih panjang. akan tetapi saya lanjutkan ceritanya lain waktu saja.

Retrofit mesin CNC dengan Mach 3 PC based CNC Controller ?



Mesin CNC merupakan hasil rekayasa teknologi mekanik, (machine tool ) digabungkan dengan teknologi elektronika dan informatika. Hasilnya adalah sebuah mesin yang mampu menentukan sendiri langkah-langkah pergerakan sesuai dengan program yang di-input oleh operator.

Dalam perkembanganya, terbukti bahwa bagian mekanik mesin CNC jauh lebih awet jika dibandingkan dengan bagian kelistrikanya. Rata-rata umur sebuah mikro prosesor antara 6 sampai 10 tahun, sedangkan umur bagian mekanik mesin bisa sampai 20-60 tahun tergantung penggunaan dan perawatan. Jika dilumasi dengan baik, dan mendapat beban kerja yang sesuai, maka umur pakai bagin mekanik akan lebih lama. Berbeda halnya dengan bagian kelistrikan mesin yang tidak memerlukan perawatan, dan beban kerja relatif sama, namun umur pakainya tetap lebih rendah daripada bagian mekanik.

Baik kerusakan mekanik maupun elektronik, tetaplah membuat mesin CNC tersebut menjadi tidak dapat digunakan. Oleh karena itu, beberapa orang kemudian memikirkan cara agar mesin CNC memiliki umur pakai yang lebih lama tidak hanya terbatas pada umur pakai mikriprosesor saja.

Retrofit merupakan usaha untuk mengganti bagian mesin yang rusak dengan komponen yang baru yang tersedia di pasaran. saat ini berbagai perisahaan elektronik seperti mitsubishi elektrik, siemens, Fanuc, GSK, dan masih banyak lagi perusahaan lain berlomba-lomba untuk menyediakan part elektrik pengganti untuk keperluan retrofiting mesin CNC. Akan tetapi harga yang ditawarkanpun juga tergolong mahal, antara 30 juta rupiah sampai dengan 100 juta rupiah.



Meskipun harganya yang tergolong mahal, namun produk ini sangat laku di indonesia. Jika kita melihat perkembangan mesin CNC di negara eropa dan amerika, retrofiting mesin CNC sudah beralih ke trend yang lain yaitu PC based CNC. Hal ini disebabkan selain karena biayanya yang jauh lebih murah daripada menggunakan kontrol dari pabrik, juga melihat umur pakai bagian mekanik mesin yang notabene merupakan mesin bekas sehingga umurnya lebih pendek.

Saya pribadi pernah beberapa kali meretrofit mesin dengan PC based CNC dan beberapa kali meretrofit mesin dengan kontrol dari pabrik. Dari sisi biaya, PC based CNC hanya membutuhkan biaya sekitar 30-40 juta sudah dapat mengendalikan mesin CNC dengan baik. sedangkan paket yang paling murah pernah saya pakai dengan kontrol dari tiongkok menghabiskan biaya sebesar 50 juta itupun baru biaya pengadaan komponenya.



Ada yang bilang bahwa PC based CNC hanyalah dipakai untuk mainan saja dan tidak layak untuk skala produksi. Pada kenyataanya industri kecil di eropa dan amerika banyak sekali yang menggunakan pc dengan sowtware seharga 2 juta rupiah. Mesin yang saya retrofit dengan PC based CNC saat ini juga masih berjalan dan digunakan untuk produksi (saya retrofit tahun 2011). Hal ini membuktikan bahwa dengan perhitungan yang tepat, pemilihan komponen serta seting yang benar, sebetulnya PC based CNC tidak kalah handal dengan control dari pabrik.



Justru beberapa pelaku industri malah ada yang mengambil langkah yang salah, karena telah memasang paket retrofit dari pabrik, namun tidak memperhitungkan umur pakai mekanik mesin. Alhasil giliran bagian mekanik yang rusak, malah kontrolernya masih sehat sempurna.

sekian semoga menginspirasi.

Completely Built CNC machine with concrete base. (part 1)

    This documentation contains photos and description of my CNC machine construction and development process. I started to build my CNC milling machine two year ago and had finished over a year ago. This machine built by used part, i took from more than one used or broken machine.
    CNC Base part i built from EX howatech CNC mill base part. this part is made of concrete with cast iron column.
     Part that supported by 4 cast iron column is concrete with mild steal bolted on top side, and also middle side. First time i find this part was make me confused. I believe that this made from casting iron, but this material blend my twist drill when i try to make some hole of this. Strange chip was taken off from my drilling spot It's like just a dust and sand out from that hole. I strike some corner with hummer and this is the re
sult :

     Howatech was built a concrete machine and i found one. Concrete machine was discussed in many forum but just only a few people interest to make it. Now I had it from an old, used, and broken CNC machine. I decide to build it again with some part that i found from other broken CNC machine. Here is some part I instal......
       This is X axis that I put on two side of highest mounting plate on my CNC base. There are 35 mm mild steal that i use to make mounting axes here.The part look rusty but I has been clean up this now.
    The Y axes using linear actuating system from ex manipulator support of my robo arm. I need mounting plate to install this part now.
     Both of axes has powered by 200w mitsubishi servo motor. I chose belt transmission method to transmit power from motor to ball screw. X axes use 5mm pith ball screw and also z axes. Y axes use 1 inch pitch of ball screw ( this make trouble when I was set parameter of controller )
    The next picture will show the machine on half finished.

To be continued........................